Ada Enam Penyebab Buta Warna. Apa Saja ?

Di dalam dunia kesehatan, kita semua mungkin pernah mendengar istilah buta warna. Sekedar berbagi informasi saja, buta warna sendiri sebenarnya bukanlah sebuah nama penyakit, melainkan sebuah istilah untuk mengilustrasikan suatu kondisi “hilangnya kemampuan sel-sel kerucut pada retina mata dalam mengidentifikasi suatu spektrum warna yang ditangkap”. Jadi sudah jelas sekarang, bahwa buta warna bukanlah suatu penyakit, ini juga berarti bahwa seseorang yang mempunyai buta warna bukanlah suatu kondisi yang tidak bisa diupayakan sama sekali, melainkan perlu dipahami dan dicari solusi terbaiknya.

Secara garis besar, ada enam faktor penyebab seseorang bisa menderita buta warna. Faktor-faktor tersebut adalah :

  1. Faktor Kondisi buta warna yang sudah dialami sejak lahir yang merupakan akibat faktor genetika yang diturunkan oleh orang tua. Penderita buta warna akibat faktor ini lebih dominan terjadi pada pria dibandingkan pada wanita.
  2. Faktor penyakit. Ada sejumlah penyakit yang bisa menyebabkan seseorang menjadi buta warna, seperti penyakit Alzheimer, glaukoma, neuritis optik, leukemia, diabetes, kebiasaan mengkonsumsi alkohol berlebih, macular degeneration dan anemia sel sabit.
  3. Faktor usia. Kemampuan seseorang dalam membedakan warna perlahan akan berkurang seiring bertambahnya usia. Ini adalah hal alami dalam rangkaian proses penuaan dan tidak perlu disikapi secara berlebihan. It’s natural.
  4. Efek samping bahan kimia. Seseorang yang menjadi buta warna akibat bahan kimia beracun, misalnya akibat karbon disulfida dan pupuk.
  5. Efek samping konsumsi obat. Jika anda sedang sakit dan hendak berobat, sebaiknya berhati-hati dalam mengikuti prosedur pengobatan tersebut. Di beberapa prosedur pengobatan justru berpotensi menyebabkan buta warna, seperti pemberian digoxin, pheytoin, chloroquine dan sildenafil yang juga popular disebut Viagra.
  6. Faktor Kecelakaan

Demikianlah enam faktor penyebab seseorang bisa mengalami buta warna. Faktor utama dan terbesar adalah faktor keturunan atau genetis, disusul oleh faktor penyakit, Efek samping Obat atau Bahan Kimia Tertentu, Serta faktor penuaan dan kecelakaan.

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *