Anak Laki-Laki Lebih Beresiko Mengalami Buta Warna

Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan bahwa 5 % laki-laki disana mengalami buta warna, sedangkan persentase pada wanita nya hanya 0,5 % saja. Di China sekitar 6 % laki-laki menderita kelainan ini. Sedangkan penelitian di Indonesia menyebutkan sekitar 3,5 % penduduk laki-laki memiliki kelainan yang sama. Kesimpulan yang diambil adalah laki-laki lebih beresiko mengalami kelainan buta warna.

Mengapa demikian ?. Hal ini dikaitkan dengan penyebab mayoritas buta warna, yaitu faktor keturunan. Seorang ibu dan ayah masing-masing akan menyumbangkan kromosom. Seperti diketahui, ibu akan membawa kromosom XX sedangkan ayah membawa XY. Jika Kromosom X ibu bertemu dengan Kromosom X ayah, maka akan lahir anak perempuan. Sebaliknya jika Kromosom X ibu bertemu dengan Kromosom Y ayah, maka akan lahir anak laki-laki. Seorang ibu yang buta warna ketika menikah dengan seorang ayah buta warna, maka jika anak nya lahir laki-laki, maka kemungkinan besar akan mengalami hal yang sama. Jika lahir anak perempuan, maka ada kemungkinan dia mengidap kelainan buta warna atau menjadi carier pada keturunan berikutnya. Jadi kuncinya terletak pada kromosom X orang tua.

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *