Buta Warna Bukan Berarti Tidak Bisa Bekerja Kan ?

Sekarang ini, masayarakat di Indonesia sedang menghadapi sebuah dilema. Ini terkait dengan isi sebuah petisi yang dibuat oleh pemerintah menyangkut aturan terhadap orang yang memiliki keterbatasan dalam segi pengelihatan warna atau bisa dibilang buta warna total maupun sebagian. Jelas isi dari petisi ini sangat merugikan bagi mereka yang menderita buta warna. Mereka merasa di diskriminasikan oleh persyaratan yang mengharuskan para pelamar pekerjaan agar terlebih dahulu lolos tes buta warna, sekalipun jenis pekerjaan yang dilamar tidak ada hubunganya samsa sekali dengan warna.

Keterbatasan yang dimiliki oleh para penderita buta warna ini sering kali disalah diartikan oleh banyak orang sebagai suatu kondisi cacat. Padahal buta warna sendiri bukanlah suatu cacat atau suatu penyakit, melainkan hanya sebuah kelainan pada mata. Oleh karena itu, dengan bijaksana ini harus disikapi secara benar oleh semua orang bahwa tidak ada yang salah dengan para penderita buta warna, begitupun dalam urusan memilih jenis pekerjaan.

Berbicara mengenai dunia kerja, tentu saja ditentukan sesuai dengan keahlian yang kita miliki. Pekerjaan yang kita tekuni juga haruslah pekerjaan yang kita sukai. Jadi bukan soal gaji atau jenjang karier yang kita tuju, melainkan kerja adalah bentuk aktualisasi diri kita yang diwujudkan dalam bentuk karya yang kita hasilkan. Bagi para penderita buta warna ada banyak sekali jenis pekerjaan yang bisa digeluti. Tak ada yang perlu di risaukan, semua peluang kerja terbuka sama lebarnya. Jenis pekerjaan yang bisa dipilih misalnya saja : guru, marketing, recepsionis, public relations, dosen mata kuliah non kimia dan beberapa pekerjaan lain yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kimia, kedokteran, elektronika atau farmasi.

Kita ambil saja contoh bagaimana seorang penderita buta warna bisa menjalani sebuah pekerjaan sebagai guru dengan sangat baik. Memilih berprofesi menjadi seorang guru tentu saja pekerjaan yang mulia. Selain seorang guru dikagumi akan dedikasi dan pengabdiannya. Guru juga merupakan sebuah profesi yang dinamis, dimana baik guru maupun para muridnya harus selalu senantiasa terus menambah pengetahuannya. Aktifitas mengajar juga merupakan sebuah jenis pekerjaan yang tidak terlalu mementingkan soal buta warna atau tidak, namun lebih kepada dedikasi dan komitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *