Buta Warna, Kelainan Mata Yang Tak Bisa Disembuhkan

Buta warna atau color blindness terjadi akibat adanya kerusakan pada sel kerucut di retina mata yang menyebabkan daya tangkap terhadap spektrum warna berkurang atau hilang sama sekali. Penderita buta warna biasanya tidak dapat membedakan warna-warna dasar seperti biru, merah atau hijau, tergantung dari jenis buta warna yang mereka alami. Jenis buta warna yang umum ditemukan adalah buta warna parsial, di mana penderitanya hanya kesulitan membedakan tiga warna dasar di atas. Sementara buta warna total atau monokromasi, sangat jarang ditemukan kasusnya. Penderita buta warna total hanya dapat membedakan dua warna saja yaitu warna hitam dan warna putih.

Sebagian besar buta warna disebabkan oleh faktor genetis alias faktor keturunan. Sebagian kecilnya lagi karena kecelakaan atau terlalu lama terpapar zat-zat kimia tertentu. Namun, kasus buta warna akibat kecelakaan ini tergolong sangat jarang terjadi. Faktor genetis menjadi penyebab utama mengapa seseorang bisa memiliki penyakit buta warna. Karena bersifat genetik, penyakit ini terbawa dalam gen seseorang sejak dalam kandungan, dan tentu saja akan terus melekat bersamanya sampai ia dewasa kelak. Orangtua yang membawa sifat buta warna akan sangat mungkin untuk menurunkan penyakit tersebut kepada anak-anaknya. Dan, penyakit genetik seperti ini terkenal sangat sulit atau bahkan tidak dapat disembuhkan sama sekali.

Tidak ada pengobatan atau terapi khusus yang dapat menyembuhkan buta warna secara total. Beberapa metode alternatif mungkin diiklankan di mana-mana, namun pengobatan semacam itu tidak sampai tahap memulihkan buta warna sepenuhnya. Hingga saat ini pun belum ditemukan adanya obat yang mampu menghilangkan penyakit yang satu ini. Teknologi terbaru berupa lensa Chromagen memang telah ditemukan dan tersebar luas. Lensa chromagen dipercaya mampu membantu sel kerucut penderita color blindness yang rusak untuk lebih memahami warna-warna yang ada di sekitarnya. Namun lensa kontak khusus penderita buta warna yang satu ini dijual dengan harga yang lumayan menguras kantong karena memang masih tergolong barang langka yang jarang ada.

Lalu, bagaimana menyikapi penyakit buta warna yang diderita? Karena tidak dapat disembuhkan, tak ada cara lain selain menerimanya dengan lapang dada. Namun, Anda juga perlu tahu bahwa masih ada kesempatan di bidang lain untuk penderita color blindness ini. Memiliki keterbatasan di satu bidang bukan berarti tidak memiliki kesempatan di bidang lain. Penderita buta warna juga masih punya jalan menuju sukses. Anda bisa melamar pekerjaan di bidang-bidang tertentu yang tidak mengharuskan pegawainya untuk lolos tes Ishihara. Jalan lain yang bisa ditempuh adalah dengan membuka usaha sendiri dan mulai menjadi wirausahawan. Apapun pekerjaan yang ditekuni sebagai penderita buta warna, yang terpenting adalah mensyukurinya dan tetap berusaha sebaik-baiknya.

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *