Buta Warna Kenali Gejalanya Sejak Dini

Buta warna mayoritas disebabkan oleh faktor keturunan atau genetis. Jadi gejala seseorang mengalaminya bisa dideteksi sejak dini. Balita yang berumur 3 tahun umumnya sudah bisa mengenali warna dengan baik dan mampu menyebutkannya secara verbal dengan benar. Sejak saat itulah kita bisa mulai mengetahui apakah anak-anak kita memiliki penglihatan yang normal atau tidak.

Mengenali gejala buta warna sejak dini akan memberi dampak positif bagi tumbuh kembang seorang anak hingga beranjak remaja dan dewasa. Pengenalan gejala sejak awal akan membuat kita paham tentang kondisi si anak dan situasi yang sedang dan akan dihadapinya kelak. Sehingga kita sebagai orang tua bisa mengambil langkah dan penanganan yang tepat untuknya.

Bagaimana mengenali gejala buta warna pada balita ?. Pada saat balita mulai suka menggambar, perhatikan bagaimana ia memilih warna-warna yang tepat untuk obyek yang digambarnya. Coba berikan beberapa buah benda lalu suruh balita anda mennggambar benda tersebut pada kertas gambarnya. Perhatikan apakah balita anda memilih pensil warna yang sesuai untuk menggambar obyek yang anda berikan. Cara yang lain, minta balita anda menyebutkan warna dari pensil warna yang anda pegang. Jika beberapa kali mengalami kesalahan, jangan langsung mengambil keputusan lebih dulu. Mungkin balita anda belum paham mengidentifikasi warna. Ajari dia untuk mebgidentifikasi warna yang benar. Dan jika anda rasa sudah paham, silahkan ulangi lagi test tersebut diatas.

Cara lain untuk mendeteksi gejala buta warna pada balita adalah, suruh ia mengambil pensil warna merah dari sekumpulan pensil warna orange, kuning, merah, dan hijau. Atau mengambil pensil warna hijau dari sekumpulan pensil warna abu-abu, hijau, putih dan coklat. Jika ia “gagal” menemukan pensil warna yang anda minta, maka ada kemungkinan balita anda mengalami kelainan dalam melihat warna.

Jika demikian apa yang harus kita lakukan ?. Mengunjungi dokter mata adalah saran yang paling baik untuk dilakukan. Dokter spesialis mata akan melakukan serangkaian test untuk menguji kemungkinan buta warna pada balita anda. Walaupun balita mungkin masih belum bisa melakukan test ishihara, tetapi dokter memiliki alat yang bisa digunakan untuk mendeteksi kelainan pada mata. Deteksi kelainan pada mata secara dini, akan memberikan dampak sangat besar bagi seorang anak dalam bersosialisasi dan menemuh pendidikan hingga kelak mencari pekerjaan.

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *