Buta Warna Pada Anak-Anak

Gejala buta warna pada anak-anak umumnya baru bisa dideteksi ketika anak berusia 4 – 5 tahun, dimana ia mulai belajar untuk membedakan warna. Dalam usia itu seorang anak harus mampu mengidentifikasi warna dengan baik. Jika tidak, maka ada kemungkinan si anak memiliki kecenderungan buta warna.

Apabila anda merasa anak anda mengalami kecenderungan seperti itu, beberapa pertanyaan berikut ini bisa membantu anda untuk mengidentifikasinya :

  1. Bisakah anak anda mengenali warna di buku bergambar ?
  2. Apakah anggota keluarga lain ada yang mengidap buta warna ?
  3. Bisakah anak anda memberitahu warna primer secara terpisah ?

Jika ternyata anda merasa bahwa anak anda memiliki kecenderungan buta warna, sebuah test kecil bisa anda lakukan. Bentuk yang paling umum dari buta warna adalah buta warna hijau merah. Minta anak Anda untuk memilih krayon merah dalam kelompok krayon dengan warna oranye, kuning dan hijau. Kemudian, minta anak anda untuk memilih krayon hijau dalam kelompok dengan warna abu-abu, putih dan coklat. Apabila anak anda gagal menemukan krayon yang anda minta, maka ia mengalami buta warna.

Untuk lebih meyakinkan lagi, anda mungkin bisa mencoba melakukan test buta warna secara online yang saat ini bisa mudah kita temukan di internet. Jika sudah begini, ada baiknya anda mulai “membiasakan” lingkungannya untuk menerima kekurangan yang dimilikinya. Sebagai contoh, anda memberitahu guru disekolahnya tentang buta warna yg diderita anak anda, sehingga guru mengerti kekurangan yang dimiliki anak anda.

 

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *