Buta Warna Parsial Dan Penjelasannya

Buta warna parsial adalah suatu kondisi dimana orang tidak bisa melihat warna dengan lengkap seperti yang mampu dilihat oleh orang dengan penglihatan normal. Kelainan ini disebut juga sebagai deferensiasi warna. Warna-warna yang sulit dilihat oleh penderita kelainan ini umumnya adalah Hijau merah dan Biru Kuning.

Berbeda dengan buta warna total, buta warna parsial berarti mampu mengenali banyak warna, tetapi tidak lengkap sebagai mana mestinya. Kelainan ini disebabkan oleh berkurangnya atau hilangnya fungsi sel kerucut pada retina mata, sehingga mata mengalami penurunan visi warna.

Buta warna parsial mayoritas disebabkan oleh faktor genetis atau keturunan. Dimana orang tua yang memiliki kelainan ini maka berpeluang besar akan menurunkannya kepada anak atau cucunya.

Selain disebabkan oleh faktor keturunan, buta warna parsial bisa juga disebabkan oleh oleh faktor penyakit seperti Alzheimer, katarak, leukemia dan diabetes.

Bisa juga disebabkan oleh efek samping pengobatan, paparan zat kimia tertentu, faktor penuaan serta kecelakaan.

Buta warna parsial sejatinya bukanlah suatu penyakit, oleh karenanya tidak bisa diobati atau disembuhkan. Jadi jika anda menderita kelainan ini, tidak ada gunanya untuk mencari pengobatan atau terapi fisik lain yang anda harapkan untuk menyembuhkannya.

Karena mayoritas disebabkan oleh faktor keturunan, maka uta warna parsial bisa dideteksi sejak anak dalam usia balita. Ada sebuah tes buta warna sederhana yang bisa dilakukan pada seorang balita.

Deteksi kelainan ini sejak dini sangat penting, karena akan berhubungan erat dengan tumbuh kembang seorang anak dikemudian hari.

Ya, walaupun deteksi sejak dini tetap tidak bisa menyembuhkan kelainan ini pada seorang anak, tetapi setidaknya bisa dicarikan solusi yang paling baik untuknya. Sehingga ketika ia masuk pada masa sosialisasi di lingkungan rumah dan sekolah, tidak terlalu banyak mengalami kendala yang berarti.

Deteksi kelainan ini pada remaja dan orang dewasa umumnya dilakukan dengan menggunakan metode tes ishihara. Yaitu sebuah metode tes buta warna yang ditemukan oleh seorang ahli mata dan penglihatan dari Jepang Bernama Profesor Shinobu Ishihara.

Tes ini berupa beberapa lembar kertas putih dengan gambar sebuah lingkaran besar didalamnya. Dimana dalam lingkaran tersebut terdapat banyak lingkaran lain dengan ukuran dan warna yang beragam. Beberapa lingkaran diberi warna senada dan mencitrakan gambar angka atau bangun dasar tertentu.

Bagi orang normal, akan dengan mudah menemukan penampakan angka atau bangun dasar dalam lingkaran tersebut. Tetapi sebaliknya bagi penderita buta warna parsial, akan kesulitan untuk melihatnya.

Baca : tes Ishihara

Tes buta warna semacam ini sering dilakukan ketika seseorang sedang melamar pekerjaan, atau ingin mendaftar pada sebauah institusi tertentu ( TNI, Polri, dll ) serta tes ketika akan masuk ke sebuah Fakultas / jurusan tertentu di Universitas.

Buta warna parsial sering dianggap sebagai sebuah penghalang bagi penderitanya untuk mencari pekerjaan yang diimpikannya. Bahkan tidak sedikit penderita yang merasa bahwa dengan kelainan yang dimilikinya, maka ia tidak akan bisa bekerja.

Padahal faktanya tidaklah selalu demikian.

Adalah benar, kalau disebutkan bahwa penderita buta warna parsial tidak bisa memiliki profesi sebagai Dokter, ahli kimia, pilot, TNI, Polisi hingga pemadam kebakaran. Tetapi kalau mau berpikir lebih jernih, yang namanya pekerjaan atau profesi, tidak harus melulu yang disebutkan tadi kan ?

Ada banyak profesi lain yang tidak kalah penting dan menantang. Seperti Dosen, Guru, Akuntan, Pengacara, atau jika anda ingin merintis karir menjadi seorang artis, olahragawan atau bahkan pengusaha, toh tidak ada yang melarang.

Apalagi jika anda tahu bahwa sekarang ini telah ditemukan dan dijual sebuah alat bantu yang bisa digunakan untuk mengoreksi kekurangan penderita buta warna parsial.

Ya, alat bantu tersebut adalah kaca mata buta warna serta lensa kontak buta warna, atau yang biasa disebut dengan lensa chromagen.

Baca :

  1. Lensa kontak Chromagen lens, untuk penderita buta warna
  2. Lensa buta warna, solusi paling tepat untuk buta warna
  3. Kaca mata khusus untuk penderita buta warna bernama EnChroma

Kesimpulannya adalah bahwa buta warna parsial itu bukan sebuah penyakit. Ia lebih sebagai sebuah kelainan, sehingga tidak bisa disembuhkan. Tetapi dengan menggunakan alat bantu yang tepat, kelainan  buta warna parsial bisa diatasi dengan baik.

2 Comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *