Buta Warna Parsial Sering Tidak Disadari Penderitanya

Mata merupakan bagian tubuh yang sangat penting, tanpa mata kita tidak bisa melihat keindahan ciptaan-Nya.

Oleh karena itu, memiliki mata yang normal dan sehat menjadi dambaan setiap orang, bila mata kita terganggu maka kita tidak bisa dengan jelas melihat keindahan di dunia ini.

Mata yang tidak sehat akan sangat menghambat kita dalam beraktivitas, salah satu gangguan pada mata yang menghambat kita adalah buta warna.

Buta warna merupakan sebuah kondisi dimana mata tidak bisa melihat dengan jelas warna-warna tertentu atau tidak dapat membedakan warna yang hampir sama.

Buta warna ini disebabkan oleh ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu.

Biasanya buta warna ini disebabkan oleh faktor kongenital (diturunkan) dan acquired (didapat), seseorang yang mengalami gangguan buta warna bisa jadi merupakan keturunan dari orang tuanya atau kakek-neneknya, karena lebih sering kasus buta warna merupakan faktor keturunan.

Pada kasus buta warna, banyak sebagian dari penderita tidak menyadarinya, kusususnya buta warna parsial yang sering tidak disadari oleh penderita dan biasanya mereka sudah terlambat mengetahui bahwa memiliki gangguan buta warna.

Apa itu buta warna parsial?

Buta warna parsial merupakan gangguan mata dimana mata tidak bisa melihat warna dengan lengkap, misalnya dalam banyak kasus  seorang penderita buta warna parsial tidak mampu melihat warna merah dan hijau atau biru dan kuning.

Sedangkan buta warna total (keseluruhan), artinya seseorang  yang menderita buta warna ini hanya mampu melihat warna hitam, putih, dan abu-abu.

Namun, jarang sekali terjadi kasus buta warna total, yang paling sering kita jumpai adalah buta warna parsial (sebagian). Buta warna parsial sering tidak disadari oleh si penderita, bahkan hingga mereka melamar pekerjaan.

Mengapa buta warna parsial sering tidak disadari? Ada beberapa faktor yang membuat penderita buta warna terlambat menyadari:

  1. Tidak peduli dengan gejala yang dirasakan

Yang dimaksud disini adalah merasakan gejala yang tidak biasa, tetapi malas melakukan tes kesehatan mata, baik itu dilakukan secara mandiri ataupun pergi ke dokter mata. Banyak dari kita menganggap bahwa mata kita baik-baik saja, atau menganggap gejala yang timbul adalah gangguan sesaat saja.

  1. Menganggap remeh buta warna

Banyak orang yang telah mengetahui bahwa mata mereka terganggu, tapi tidak mengambil tindakan apapun dan justru membiarkan saja.

  1. Tidak mau berobat atau mencari alternatif penanganan

Buta warna memang tidak dapat disembuhkan, tapi bisa ditolong dengan menggunakan alat bantu seperti kacamata buta warna atau lensa kontak chromagen. Rasa malas untuk mencari tahu akan hal itu membuat kelainan ini tidak teratasi dengan baik

Oleh karena itulah, sebelum terlambat kita harus bisa mendeteksi sejak dini agar dapat ditangani secara cepat, karena buta warna jarang disadari oleh si penderita, sampai ia terbentur pada sebuah hal yang memaksa, seperti saat harus melakukan tes kesehatan ketika melamar pekerjaan.

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *