Buta Warna, Penyakit Yang Tak Bisa Sembuh Namun Memiliki Satu Kelebihan

Buta warna atau color blindness merupakan suatu kondisi di mana sel kerucut dalam retina mata seseorang tidak mampu menangkap spektrum warna. Penderita buta warna biasanya tidak bisa membedakan warna hijau dan merah. Karena bersifat genetik atau diturunkan, buta warna termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Belum ada obat atau terapi khusus yang mampu menghilangkan kebutaan ini secara permanen. Keadaan ini seringkali membuat para penderitanya berkecil hati, terutama karena tidak bisa bekerja pada bidang-bidang tertentu seperti kedokteran atau militer. Namun di balik segala kekurangan yang dimiliki penderita buta warna, ternyata ada satu kelebihan yang mungkin belum banyak kita sadari.

Sekitar delapan persen pria diketahui mengidap deuteranomali, sebuah keadaan yang juga biasa disebut buta warna merah dan hijau. Penyebabnya adalah karena mutasi genetik yang mempengaruhi sel-sel dalam retina mata. Mutasi ini berpengaruh pada pigmen yang berfungsi untuk merespon warna hijau sehingga berperilaku seperti pigmen warna merah. Akibatnya adalah kedua warna tersebut menghasilkan respon yang sama di mata orang penderita buta warna. Namun baru-baru ini para peneliti dari Universitas Newcastle dan Universitas Cambridge menemukan kelebihan istimewa para penyandang buta warna. Temuan ini terungkap saat para peneliti menguji pengidap deuteranomali dengan kartu-kartu yang di dalamnya terdapat warna-warna khusus.

Para penderita buta warna ternyata dapat melihat perbedaan warna-warna khaki. Bila dilihat oleh orang dengan penglihatan normal, warna-warna tersebut akan terlihat sama saja. Peneliti-peneliti dari kedua universitas tersebut menemukan kelebihan ini saat dilakukan penelitian terhadap panjang gelombang cahaya yang bisa dilihat oleh penderita buta warna. Penelitian ini awalnya bertujuan untuk mengetahui batas-batas warna yang mulai susah dibedakan oleh para penderita buta warna tersebut. Namun, ternyata para penderita buta warna justru dapat melihat perbedaan warna yang sekilas terlihat sama di mata orang normal. Pada orang dengan penglihatan normal, hampir tidak mungkin untuk melihat perbedaan warna-warna khaki tersebut.

Menurut David Simmons, salah seorang peneliti persepsi visual dari Universitas Glasgow, Skotlandia, hal ini disebabkan karena banyaknya kasus deuteranomali yang ditemukan dalam populasi manusia. Sehingga, bukan tidak mungkin gen yang menyebabkan ketidakmampuan penderitanya membedakan warna merah dan hijau justru mengembangkan suatu manfaat lain dalam tahapan evolusinya. Inilah bukti bahwa di balik kekurangan yang diderita terdapat kelebihan lain yang mengimbanginya. Buta warna memang penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan dan tidak bisa diobati, tetapi penderitanya masih memiliki kelebihan di bidang lain yang bahkan tidak dimiliki oleh orang dengan penglihatan normal. Sudah bukan saatnya lagi untuk bersedih dan meratapi keadaan, namun sudah saatnya untuk bangkit dan terus menjalani hari, walau dengan keterbatasan dalam melihat dunia

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *