Cepat Bosan Menggambar Apakah Ciri Balita Mengalami Buta Warna Parsial ?

Umumnya anak-anak apalagi memasuki usia tiga tahun keatas, maka ia akan memiliki kegemaran menggambar. Apalagi kalau ia telah mengenal pensil warna atau krayon. Tidak peduli di kertas, lantai atau bahkan tembok, akan menjadi sarana media lukisannya. Ini terjadi karena mulai tumbuhnya kreatifitas si anak seiring dengan bertambahnya usia sehingga dorongan untuk “berbuat sesuatu” semakin besar.

Menggambar buah, bunga, pemandangan dan memberikan warna pada lukisannya menjadi hal yang sangat menarik bagi anak. Lalu bagaimana halnya jika ada seorang anak/balita yang terlihat cepat bosan ketika sedang beraktifitas menggambar, terutama gambar berwarna. Padahal balita lain seusianya masih sangat asyik menggambar dan mewarnai. Apakah ini termasuk ciri Balita mengalami buta warna parsial ?.

Bila merujuk pada salah satu ciri penderita buta warna parsial yang cenderung tidak suka dengan aktifitas yang berkaitan dengan warna-warni, maka ada kemungkinan anak tersebut membawa kencenderungan itu. Jika anda menemukan anak anda mengalaminya, ada baiknya anda melakukan serangkain test sederhana untuk menguji penglihatan si anak. Berikut adalah langkah sederhana itu :

  • Suruh ia untuk mengambil pensil warna merah dari sekumpulan pensil warna orange, kuning, merah, dan hijau
  • Suruh ia mengambil pensil warna biru dari sekumpulan pensil warna berwarna biru, putih, coklat dan abu-abu
  • Suruh ia menggambar obyek yang ada disekitar, misalnya rumput, buah, langit, dll. Lalu minta mereka mewarnainya sesuai warna obyek aslinya

Jika ia gagal melakukannya dengan baik, maka kemungkinan besar ia mengalami buta warna parsial. Lalu apa yang harus dikerjakan ?. Mengunjungi dokter spesialis mata adalah hal yang terbaik. Karena penanganan hal ini sejak dini, akan sangat membantu tumbuh kembang anak menghadapi masa depannya.

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *