Gagal Tes Buta Warna Bukan Berarti Kiamat Kan ?

Menjalani tes buta warna memang gampang-gampang susah.

Gampang-gampang untuk orang yang bermata normal, dan susah bagi penderita buta warna.

Saat-saat di ruang tes buta warna akan mirip di bioskop saat melihat film detektif yang penuh dengan kemungkinan-kemungkinan.

Atau justru film horor yang membuat wajah pucat berkeringat karena tes tersebut sebagai penentu diterima atau tidaknya bekerja di perusahaan paling keren yang sudah anda impikan dari kecil.

Atau itu adalah penentu anda masuk di perguruan tinggi paling favorit nan bergengsi.

Hmm.. dan akhirnya anda menemukan kenyataan bahwa anda ternyata penderita buta warna.

Gagal tes buta warna itu otomatis akhirnya gagal juga kesempatan untuk bekerja di perusahaan nomer satu yang diimpikan, atau gagal impian menjalani saat-saat indah menjadi mahasiswa di universitas bergengsi.

Anda lalu mengurung diri di kamar berhari-hari. Menangis. Lupa makan dan lebih banyak tidur, berharap itu hanyalah sebuah mimpi buruk. He he he

Tidak  tahukah anda ? Bahwa anda hanya buta warna. Dunia ini belum gelap sempurna.

Bahkan menjadi penderita buta warna total saja, anda masih bisa melihat 3 variasi warna, hitam, putih dan abu-abu. Apalagi jika “hanya” penderita buta warna parsial.

Anda masih bisa mengenal warna yang lengkap. Hanya sedikit bingung jika warna itu digradasikan satu sama lain dan diharuskan membedakannya pada sebuah tes buta warna.

Sebenarnya anda masih memiliki mata yang dapat berfungsi dengan baik dan kehidupan pun akan baik-baik saja dengan adanya kenyataan itu.

Gagal melewati tes buta warna itu  tidak akan membuat gagal menemukan solusi baru untuk masa depan yang harus tetap berwarna.

Masih banyak kesempatan untuk memilih pekerjaan lain yang tidak akan menyusahkan mata  untuk mengenali warna-warna.

Anda juga masih bisa menghabiskan masa-masa akhir remaja menjadi mahasiswa di perguruan tinggi lain yang tak kalah keren dengan pilihan jurusan lainnya yang bisa belajar anda sukai karena dia pun tulus tak bersyarat menerima anda dengan kondisi mata yang buta warna.

Karena pada intinya tes buta warna itu dibuat bukan untuk menyudutkan siapa pun, khususnya penderita buta warna. Tes itu ada untuk menjadi pengukur karena mungkin saja hari-hari anda nantinya malah akan menjadi sulit jika kita memaksakan diri di bidang yang mengharuskan mengenali warna-warna yang bersinggungan menjadi satu, sementara anda sendiri tidak mampu melakukannya.

Tes buta warna itu mungkin lah sebuah keadilan tersendiri yang datang dari Tuhan. Kita tidak di terima di tempat yang kita sukai padahal itu tidak akan baik bagi kita nantinya. Kita tidak akan berani memutuskan dan menjauhkan diri kita dari sesuatu yang sangat kita inginkan. Maka harus ada yang memutuskannya, sekali pun itu sakit. Percayalah bahwa itu yang terbaik.

Beberapa tautan dibawah ini bermanfaat untuk dibaca sehubungan dengan tes buta warna :

  1. Tes buta warna online langkah awal mendeteksi buta warna
  2. Tes buta warna sebagai syarat dalam melamar kerja
  3. Tes buta warna menggunakan metode temuan profesor ishihara

Semoga bermanfaat

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *