Kisah Penderita Buta Warna Yang Sukses Sebagai Sutradara di Hollywood

Salah besar jika ada yang beranggapan bahwa memiliki kelainan buta warna berarti tidak bisa sukses. Salah satu sutradara kondang Hollywood, Christopher Nolan, diketahui memiliki cacat genetik yang satu ini. Lahir di London pada 30 Juli 1970, Nolan memulai karir perfilmannya di tahun 1989. Film pendek bertamanya berjudul Tarantella, disusul oleh Larceny dan Doodlebug. Sementara karir profesionalnya baru dimulai pada 1998 lewat film berjudul Following. Namanya mulai banyak dikenal lewat film Momento yang rilis pada tahun 2000. Film ini sendiri diangkat dari cerita pendek yang ditulis oleh adiknya, Jonathan.  Momento terbukti sukses besar di pasaran dan mendapat dua nominasi piala Oscar atau Academy Awards.

Karir Nolan sebagai sutradara tak berhenti sampai di situ. Pada tahun 2002, bersama Al Pacino dan Robert Williams, mereka kemudian meremake film Insomnia. Berkat film inilah pihak Warner Bros melirik Nolan untuk menjadi sutradara film superhero terkenal asal Amerika, Batman. Batman Begins berhasil memperlihatkan eksperimental sci fi yang memukau dan menjadi salah satu film tersukses di tahun tersebut. Nolan sempat sejenak keluar jalur dari film Batman dan merambah film-film yang diadaptasi dari novel. The Prestige yang dirilis pada 2006 membuktikan kecerdasan penderita buta warna ini di bidang perfilman. Setelahnya barulah Nolan kembali menggarap film Batman, The Dark Knight.

Film lain yang menempatkan Nolan sebagai sutradara adalah Inception. Dibintangi oleh Leonardo di Caprio, Inception mendapat berbagai pujian dari para pengamat dan penikmat film karena twist yang disajikan. Inception sendiri bisa dibilang sebagai film yang mengagumkan sekaligus membingungkan karena berkisah mengenai mimpi di dalam mimpi. Film terbaru Nolan sendiri berjudul Interstellar yang memiliki cerita mengenai perjalanan antar galaksi. Sama seperti Inception, Interstellar pun banjir pujian di mana-mana lantaran Nolan berhasil membuat film yang membingungkan namun tetap menarik. Dari sekian banyak hasil kerja Nolan yang begitu mengagumkan, mungkin banyak orang yang belum mengetahui jika sutradara peraih piala Oscar ini adalah seorang penderita buta warna.

Ya, selain bertangan kidal, Nolan juga merupakan penderita buta warna di mana ia susah membedakan warna merah dan hijau. Namun, Nolan berhasil membuktikan bahwa kekurangannya itu tak menjadi penghalangnya dalam menciptakan film-film berkualitas yang layak tonton di bioskop. Justru Nolan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tidak menyerah dengan penyakit yang kita miliki dan terus berjuang melakukan yang terbaik supaya mendapat hasil maksimal. Christopher Nolan adalah salah satu dari sekian banyak bukti bahwa penderita buta warna juga bisa berhasil dan bahkan terkenal ke seluruh dunia berkat karya-karyanya, asal tidak patah semangat dan terus berusaha supaya berhasil.

 

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *