Lensa Buta Warna, Solusi Buta Warna Temuan Pelajar Indonesia

Dewasa ini penderita buta warna ingin memiliki kesempatan yang sama dengan orang normal lainnya, baik dalam hal pendidikan maupun pekerjaan.

Kesempatan pekerja normal dalam memperoleh pekerjaan bisa dibilang sedikit lebih tinggi daripada penderita buta warna, terutama pada bidang kerja yang membutuhkan ketelitian dan diferensiasi warna yang baik.

Hal ini bukan lagi menjadi masalah karena saat ini kacamata untuk pengidap buta warna telah banyak dijual di pasaran, meski belum menyebar dengan luas.

Kebutuhan akan penggunaan yang mudah dan simpel membuat inovasi terus berkembang hingga ditemukan lensa buta warna, sebuah solusi bagi penderita buta warna.

Bagi mereka yang kurang nyaman menggunakan kacamata buta warna, maka pilihan menggunakan lensa menjadi penting.

Lensa buta warna, sebuah solusi bagi penderita buta warna yang telah dinantikan ternyata justru ditemukan oleh seorang siswi dari Indonesia sendiri.

Berasal dari Pontianak, seorang siswi SMA Negeri 4 Pontianak menemukan penggunaan air rendaman tanaman Secang sebagai langkah mengubah lensa normal menjadi lensa buta warna.

Diawali dari ketertarikan pada subjek terkait mengenai buta warna, Syafir Muhammad Nur Taufiq dan Nurul Annisa, dua siswa sekolah menengah atas ini tertarik untuk meneliti ekstrak tanaman Secang sebagai perendam lensa kontak untuk digunakan oleh penderita buta warna.

Bagaimana cara kerja lensa khusus penderita buta warna ini?

Secara sederhana, pengguna buta warna dapat membeli lensa kontak berwarna bening dengan ukuran dan spesifikasi yang sesuai dengan keadaan mata (minus atau plus), selanjutnya sebagai cairan perendam lensa kontak, gunakan ekstrak tanaman Secang yang diolah dengan cara sebagai berikut:

  • Kayu Secang yang sudah agak tua diambil dan ditumbuh halus, selanjutnya
  • Serbuk kayu Secang dicampurkan dengan sedikit air lalu diblender dan disaring hingga mendapatkan ekstrak kayu Secang yang berwarna kemerahan, kemudian
  • Gunakan cairan ini untuk merendam lensa kontak selama 24 jam untuk dapat digunakan oleh penderita buta warna merah – hijau.

Penggunaan lensa kontak hasil temuan Syafir Muhammad Nur Taufiq dan Nurul Annisa ini hanya dapat bertahan selama 8 jam, sehingga setelah 8 jam penggunaan maka sebaiknya lensa kontak ini direndam kembali selama 24 jam untuk dapat digunakan lagi.

Untuk penggunaan jangka panjang (di atas 8 jam) disarankan untuk menyiapkan 2 atau lebih lensa kontak untuk digunakan secara bergantian sehingga tidka mengganggu performa kerja.

Lensa buta warna, sebuah solusi bagi penderita buta warna ini meski sangat menjanjikan namun belum secara klinis diakui ditambah belum jelas dan gambling dijelaskan berapa banyak kayu Secang yang diperlukan, berapa kadar konsentrasi ekstrak Secang, dan lain sebagainya. Wah, ternyata banyak juga ya bahan herbal yang dapat dicoba untuk penanganannya?

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *