Lulus Tes Buta Warna Sebagai Syarat Masuk ITB

Pada era teknologi seperti sekarang, pendidikan tentulah menjadi prioritas utama. Tidak cukup hanya sekolah, tapi memilih jurusan dan juga tempat belajar yang terpandang merupakan sebuah keharusan bagi pelajar muda saat ini.

Beberapa jurusan menjadi di favoritkan sehingga memiliki daya saing yang tinggi. Tak kalah pula tempat belajar pun dianggap sebagai batu pijakan awal keberhasilan seseorang. Di tengah persaingan itu, langkah seseorang bisa saja terhenti karena tidak lulus tes buta warna, termasuk di ITB.

ITB merupakan salah satu perguruan tinggi favorit yang ada di Indonesia. Banyaknya calon mahasiswa yang ingin menimba ilmu disana menjadikan syarat yang harus di tempuh untuk menjadi salah satu mahasiswa cukup berat dan sulit.

Jika anda sangat ingin menjadikan ITB sebagai kampus tempat belajar anda, maka anda pun harus menyiapkan segalanya mulai sekarang. Tak hanya kepintaran (IQ) saja, tapi ada pula persyaratan lain yang wajib dipenuhi. Salah satunya adalah lulus tes buta warna.

Ya, ITB memang mengharuskan calon mahasiswanya tidak buta wana. Pernyataan itu dapat anda lihat di website remi ITB. ITB merupakan perguruan tinggi yang mengusung jurusan teknik, mungkin itulah yang menjadi alasan syarat itu diterapkan disana. Buta warna itu sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu: buta warna parsial dan buta warna total. Buta warna parsial masih bisa melihat warna-warni seperti pada umumnya. Hanya saja, jika warna yang bebeda tergabung pada kondisi tertentu, akan sulit mengenali warna-warna tersebut. Lebih parah dari itu, penderita buta warna total hanya bisa mengenali tiga warna yang sederhana. Hitam, putih, dan abu-abu.

Daftar kan diri anda terlebih dulu untuk melakukan tes buta warna di rumah sakit sebelum bercita-cita menjadi mahasiswa ITB.

Karena belajar dengan giat untuk kemudian mendapat kenyataan tidak terima hanya karena gagal dalam tes buta warna akan membuat anda merasakan pahit.

Jika anda mendapatkan mata normal maka jalan anda ke ITB menjadi lebih ringan bukan ?.

Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya berarti anda harus lebih banyak bersabar.

Tapi rupanya masih ada angin segar yang menghampiri, anda bisa lebih tenang karena masih ada satu jurusan yang bisa mentolerir buta warna parsial, yaitu FITB. Sayangnya, ITB tidak memberikan kesempatan untuk penderita buta warna total di fakultas dan jurusan manapun.

Nah, tahu kan sekarang. Bukan hanya menjaga otak dengan belajar agar selalu pintar. Tapi menjaga kesehatan juga tak kalah penting untuk bisa masuk univesitas impian. Mata pun dapat menjadi salah satu bahaya besar yang membuat anda tersingkir dari persaingan. Jadi, sudah kah anda menjalani tes buta warna?

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *