Mitos Tentang Buta Warna

Ada banyak mitos yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan kesehatan, baik itu yang bisa dibuktikan kebenarannya maupun yang hanya berkembang dari mulut ke mulut tanpa dasar dan fakta yang benar. Tak terkecuali dengan buta warna , kita mungkin pernah menemukan beberapa mitos seperti dibawah ini :

  1. Buta warna adalah penyakit karena kutukan. Di jaman modern seperti sekarang ini, penyakit bisa di diagnosa secara medis. Mitos tentang adanya penyakit karena kutukan, saya kira sudah tidak tepat lagi dikemukakan, termasuk buta warna. Buta warna adalah kelainan yang bisa dibuktikan secara medis, dan bukan karena kutukan.
  2. Buta warna berarti hanya bisa melihat warna hitam dan putih. Buta warna total atau monochromacy memang mengakibatkan orang hanya bisa melihat warna hitam dan putih saja. Tetapi kenyataannya buta warna total sangat jarang ditemui. Yang umum ditemui adalah buta warna parsial, atau kekurangan dalam melihat warna secara lengkap dan jelas. Jadi buta warna tidak identik dengan hanya melihat warna hitam putih saja.
  3. Makan wortel bisa menyembuhkan buta warna. Buta warna mayoritas adalah kelainan bawaan yang dibawa sejak lahir. Jadi makan wortel tidak akan berpengaruh terhadap buta warna. Tentu makan wortel adalah hal yang sangat baik karena kandungan vitamin A-nya yang cukup tinggi. Makan wortel berpengaruh positif pada kesehatan mata, tetapi tidak berpengaruh pada keadaan buta warna.
  4. Hanya pria yang bisa mengalami buta warna. Sekitar 1 dari 12 pria di Amerika ditemukan buta warna. Berarti 8 persen pria mengidap kelainan ini. Sebuah persentase yang sangat besar dari yang mungkin pernah dibayangkan orang. Walaupun angka itu terlihat sangat besar tetapi bukan berarti hanya pria yang bisa mengalami buta warna, karena faktanya ada 1 dari 200 wanita di Amerika mengalami buta warna. Walaupun jauh lebih kecil dibanding pria, tetapi fakta menujukkan bahwa wanita juga bisa mengalami buta warna
  5. Buta Warna Hanya Dialami Oleh Orang Dewasa / Orang Tua. Seperti saya sebutkan diatas, bahwa mayoritas buta warna diakibatkan oleh faktor keturunan, jadi buta warna genetik sudah dibawa sejak lahir. Memang ada buata warna yang diakibatkan oleh penuaan atau factor usia, tetapi persentasenya sangat kecil.

Demikianlah beberapa mitos tentang buta warna yang banyak berkembang di masyarakat, dan ternyata apa yang dipercaya benar tersebut, ternyata tidak sesuai yang dibayangkan sebelumnya.

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *