Tes Buta Warna Menggunakan Metode Temuan Profesor Ishihara

Buta warna merupakan sebuah masalah pada saraf mata dimana saraf tersebut tidak peka terhadap adanya perubahan warna yang dipantulkan cahaya pada pupil mata.

Kelainan buta warna ini dapat terjadi dari banyak faktor penyebab antara lain: faktor keturunan, faktor kecelakaan, dan faktor lainnya.

Faktor keturunan biasanya dibawa oleh kromosom X, baik dari sisi Ayah maupun Ibu, sehingga ada kemungkinan penderita menderita kebutaan parsial.

Sementara buta warna akibat kecelakaan bisa disebabkan oleh benturan pada kepala yang mengenai saraf mata.

Tes buta warna sangat diperlukan pada saat pengajuan sekolah atau pekerjaan. Beberapa instansi pendidikan dan pekerjaan menyaratkan calon pendaftar untuk melengkapi diri dengan hasil tes buta warna.

Tes buta warna yang lazim digunakan adalah tes buta warna menggunakan metode temuan Professor Ishihara. Bagaimanakah cara menyelesaikan tes buta warna Ishihara? Dimana saja tes buta warna Ishihara dapat dilakukan?

Tes buta warna menggunakan metode temuan Professor Ishihara ini mulai dikenalkan pada tahun 1918 dari buku yang ditulisnya berjudul Buku Ishihara untuk Tes Buta Warna (The Ishihara Color Vision Chart) dan menjadi standar kelulusan tes buta warna.

Tes buta warna metode Ishihara ini lebih spesifik dibandingkan tes kebutaan lainnya. Tes buta warna Ishihara bukan merupakan satu – satunya hasil penelitian Ishihara, Ia juga mengembangkan penemuan untuk ketajaman alat penglihatan dan penyembuhan kelainan mata miopi.

Tes buta warna dengan metode Ishihara ini sebelumnya hanya digunakan di Jepang, namun kemudian secara meluas digunakan di berbagai belahan dunia lainnya dan menjadi standar baku kebutaan warna seseorang.

Melakukan tes buta warna, sebagaimana dijelaskan di atas, merupakan syarat pada beberapa instansi.

Melakukan tes buta warna menggunakan metode temuan Professor Ishihara bukan hal yang sulit. Saat ini hampir semua rumah sakit umum, poli klinik mata, rumah sakit mata, dan instansi penyedia jasa kesehatan lainnya telah memiliki contoh bagan tes buta warna Ishihara.

Seperti apa bentuk tes buta warna Ishihara tersebut? Tes Ishihara dapat mengindikasi buta warna merah – hijau. Yaitu buta warna dimana penderita tidak mampu membedakan perbedaan warna merah dan hijau.

Bentuk tes yaitu bulatan – bulatan yang terdiri dari warna – warna gradasi salah satu warna, contohnya hijau, kemudian di dalam susunan warna hijau tersebut ada angka yang juga tersusun dari bulatan – bulatan warna lain, misalnya merah.

Apabila seseorang memiliki mata yang normal, maka angka yang tercetak pada bulatan – bulatan itu akan terlihat jelas. Namun, bagi penderita buta warna total, atau buta warna parsial maka angka yang tercetak tidak akan terlihat dengan jelas, atau bahkan tidak terlihat angka berapapun yang ada pada tes tersebut. Jika anda tertarik untuk melakukan tes ishihara, silahkan berkunjung ke halaman ini : Tes ishihara online

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *