Tes Buta Warna Untuk Menguji Visi Warna Mata Anda

Tes buta warna adalah cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui apakah kita mengalami kelainan buta warna atau tidak. Hal ini perlu dilakukan karena sebuah fakta menunjukkan bahwa banyak penderita buta warna yang tidak menyadari kelainan yang dimilikinya.

Buta warna adalah sebuah kelainan pada mata sehingga penderitanya mengalami kekurangan dalam melihat warna. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan pada sel kerucut yang terdapat pada retina mata.

Gangguan ini mengakibatkan penderita berkurang sensitifitas nya terhadap warna-warna tertentu, seperti Hijau/Merah serta Biru/Kuning. Itulah mengapa kelainan ini disebut juga sebagai defisiensi warna.

Sebuah statistik menunjukkan bahwa setiap 8 dari 100 orang laki-laki, serta 1 dari 200 wanita mengalami kelainan buta warna. Atau dengan kata lain, jika dihitung ada sekitar 300 juta orang diseluruh dunia yang menderita kelainan ini.

Artinya, peluang seseorang mengalami difisiensi warna terbilang cukup besar. Untuk itulah tidak ada salahnya kalau kita mencoba menjalani tes buta warna untuk meyakinkan bahwa kita bukan termasuk salah satu dari 300 juta orang tadi.

Tes buta warna yang paling umum digunakan dan sangat populer adalah menggunakan metode yang ditemukan oleh Profesor Shinobu Ishihara. Seorang professor dibidang mata dan penglihatan yang berasal dari Jepang. Karena ditemukan dan dipopulerkan oleh Profesor Shinobu Ishihara, maka tes ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan tes Ishihara.

Tes ishihara sendiri berupa beberapa lembar kertas berwarna putih, yang didalamnya terdapat sebuah lingkaran besar. Di dalam lingkaran besar tersebut, terdapat banyak lingkaran dengan ukuran dan warna yang berbeda-beda.

Beberapa lingkaran diberi warna tertentu yang senada, sehingga mencitrakan sebuah angka atau bentuk bangun tertentu seperti lingkaran, segitiga dan segiempat.

Bagi orang yang memiliki penglihatan normal, maka ia akan dengan mudah melihat angka atau bentuk bangun yang ada didalamnya. Ini karena mereka mampu membedakan warna diantara lingkaran-lingkaran yang satu dan yang lainnya.

Sebaliknya bagi penderita defisiensi warna, ia akan kesulitan melihat angka atau bentuk bangun yang ada, karena ketidakmampuan matanya membedakan warna dan gradasi warna yang ditunjukkan oleh lingkaran-lingkaran tadi.

Tes buta warna bisa ditemukan di beberapa tempat seperti di dokter mata, klinik spesialis mata atau laboratorium kesehatan. Dokter akan menunjukkan lembar demi lembar plate tes ishihara kepada anda untuk anda lihat dan tebak. Setelah itu Dokter akan menganalisa hasil tes-nya dan memberikan diagnose.

Satu hal yang perlu anda ketahui adalah bahwa buta warna tidak bisa disembuhkan, jadi Jika ternyata hasilnya mengindikasikan bahwa anda mengalami buta warna, maka dokter tidak akan memberikan obat apapun yang bisa anda harapkan untuk menyembuhkannya.

Namun demikian, anda tetap bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai penanganan terbaik apa yang bisa anda lakukan untuk setidaknya meminimalisir efek dari kelainan defisiensi warna yang anda miliki.

Bagi anda yang sudah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) kendaraan bermotor baik itu roda dua atau roda empat, sebenarnya anda pernah melihat dan menjalani tes buta warna ini.

Karena memang menjadi salah satu syarat bagi orang yang akan memperoleh SIM.

Di beberapa Negara, orang dengan kelainan buta warna dilarang memiliki SIM dan mengemudikan kendaraan bermotor. Demikian pula seharusnya di Indonesia. Karena penderita defisiensi warna akan kesulitan membaca rambu-rambu lalu lintas serta isyarat lain dalam berkendara. Misalnya, ia akan kesulitan “membaca” lampu lalu lintas yang sedang menyala, kesulitan melihat isyarat lampu kendaraan di sekitarnya, dan lain-lain.

Tes Buta warna juga selalu menjadi bagian dari serangkaian tes kesehatan, terutama yang ditujukan bagi seseorang yang sedang melamar pekerjaan. Hal ini dilakukan agar setiap orang yang diterima bekerja dalam satu instansi atau perusahaan, benar-benar memiliki visi warna yang normal, sehingga mampu mengerjakan semua pekerjaan yang dibebankan kepadanya dengan baik.

Contoh sederhana, sebuah lowongan pekerjaan dibidang kelistrikan. Kita tahu bahwa system kelistrikan menggunakan warna untuk membedakan jalur kabel serta instrumen-instrumen nya.

Bayangkan jika seorang penderita buta warna bekerja dibidang itu. Defisiensi warna yang dideritanya akan membuatnya kesulitan membedakan warna kabel, sehingga mungkin saja ia salah dalam menghubungkan kabel ke panel kelistrikan, dan mengakibatkan arus pendek dengan resiko kebakaran.

Selain sebagai salah satu syarat dalam melamar pekerjaan, lolos tes buta warna kini juga banyak digunakan untuk melakukan penyaringan pada beberapa Fakultas dan jurusan di Universitas saat menjaring mahasiswa baru. Fakultas Teknik, Kedokteran dan MIPA adalah beberapa fakultas yang mensyaratkan calon mahasiswanya tidak mengalami defisiensi warna.

Melihat penjelasan diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa disadari atau tidak, tes buta warna memegang peran penting saat seseorang ingin memilih jalur pendidikan serta saat melamar pekerjaan yang diinginkannya.

Untuk itulah tidak ada salahnya bagi kita untuk mencoba menjalani tes tersebut. Apalagi saat ini kita dengan mudah bisa melakukan tes secara self service (mandiri) menggunakan fasilitas tes buta warna online yang sekarang banyak ditemukan di ineternet.

Ada ratusan bahkan ribuan situs yang menawarkan skema tes ishihara baik dari yang sederhana hingga type yang paling lengkap. Memang perlu diakui bahwa tes ishihara online tidak seakurat jika kita menjalani tes secara offline di dokter spesialis mata. Tetapi setidaknya bisa dijadikan sebagai referensi awal sebelum kita mengunjungi dokter atau klinis spesialis mata.

Beberapa link dibawah ini adalah beberapa contoh halaman dari website saya yang menyediakan tes buta warna online mulai dari yang sederhana hingga tingkat lanjut. Berikut adalah tautan URL-nya :

  1. Tes buta warna sederhana (bagian 1)
  2. Tes buta warna sederhana (bagian 2)
  3. Tes ishihara

Dalam ketiga halaman url diatas, anda bisa mulai mencoba tes sebagai langkah awal mengukur tingkat kesehatan visi warna mata anda. Jika anda bisa menyelesaikan semua tes dengan hasil yang baik menurut standar yang ditetapkan, maka anda boleh bernafas lega.

Karena ini artinya anda memiliki visi warna yang normal. Tetapi jika hasilnya ternyata kurang memuaskan, maka anda bisa menggunakannya sebagai bahan referensi pribadi, dan sebagai langkah awal sebelum anda mengunjungi dokter atau klinik spesialis mata untuk mendapatkan tes buta warna yang lebih detail dan sesuai standar medis yang berlaku.

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *