Tes Kerja, Momok Para Penderita Buta Warna

Serangkaian tes yang harus dijalani seseorang sebelum mendapat pekerjaan yang diinginkan biasanya termasuk tes buta warna. Dalam tes yang juga disebut Tes Ishihara ini, terdapat beberapa lingkaran warna-warni yang di dalamnya terdapat angka-angka tertentu. Pada penderita buta warna, mereka tidak akan mampu menangkap angka apa yang terdapat dalam lingkaran-lingkaran tersebut. Hal ini dikarenakan sel kerucut dalam retina matanya tidak mampu menangkap spektrum warna, terutama tiga warna dasar yaitu merah, biru dan hijau. Akan tetapi pada seseorang yang penglihatannya normal, ia akan dengan mudah menyebutkan angka yang tampak. Sel kerucut pada bukan penderita buta warna mampu menangkap spektrum warna dengan baik.

Tes buta warna ini terutama wajib pada bidang-bidang pekerjaan yang berhubungan dengan elektronika, kimia, farmasi dan kedokteran. Pada bidang elektronika yang seringkali harus berhubungan dengan kabel warna merah dan biru, penderita buta warna bisa saja salah mengenali mana kabel warna merah dan mana kabel warna biru. Ini bisa berakibat sangat fatal bagi pekerjaan yang dilakoninya. Juga pada bidang kimia yang erat kaitannya dengan bahan-bahan dan juga gas kimia, salah mengenali warna bisa mengakibatkan timbulnya racun hingga ledakan. Dan yang paling utama, pekerjaan dalam bidang farmasi dan kedokteran seperti dokter dan apoteker jelas tak memperbolehkan seseorang dengan kelainan buta warna untuk bergabung di dalamnya. Karena, kedua pekerjaan ini berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan orang lain.

Tak heran jika tes Ishihara menjadi momok tersendiri bagi para penderita buta warna. Sebagai penyakit genetik yang diturunkan dari orangtua kepada anaknya, buta warna memang termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan, dan sampai sekarang pun belum ditemukan obatnya. Penderita buta warna seringkali gagal untuk mendapat pekerjaan impian ketika harus melakoni tahap tes yang satu ini. Tidak sedikit yang akhirnya gagal atau bahkan patah semangat. Padahal, sebenarnya masih banyak bidang pekerjaan lain di luar empat bidang yang telah disebutkan di atas. Buta warna bukan berarti semua peluang tertutup sama sekali.

Beberapa bidang pekerjaan lain yang bisa dicoba oleh penderita buta warna adalah dengan menjadi penulis, penerjemah, marketing, resepsionis, pengajar non kimia, dan masih ada banyak lagi. Alternatif lain yang bisa dicoba adalah dengan membuka lapangan kerja sendiri dan menjadi wirausaha. Atau, jika Anda memiliki cukup dana, membeli lensa kontak khusus untuk penderita buta warna dapat dijadikan pilihan. Perkembangan teknologi kini memungkinkan adanya lensa kontak yang bisa membantu penderita buta warna untuk bisa mengenali warna secara lebih baik. Chromagen lens yang sebelumnya telah populer di Amerika kini sudah mulai hadir di Indonesia. Harganya memang terbilang mahal, namun sebanding dengan keuntungan yang bisa didapat oleh penderita buta warna.

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *