Apa Itu Glaukoma? Gejala, Penyebab dan Penanganannya

Apa itu Glaukoma ? Glaukoma merupakan sebuah kondisi yang terjadi pada seseorang yang mengalami kerusakan pada saraf mata. Kerusakan saraf mata tersebut terjadi akibat peningkatan tekanan di bagian bola mata.

Peningkatan tekanan bola mata tersebut, mengganggu sistem aliran cairan mata sehingga penderita glaukoma akan merasa nyeri pada mata, sakit kepala sampai gangguan penglihatan yang cukup serius. Lantas, apa penyebabnya? Seperti apa gejalanya dan bagaimana penanganan tepat yang dapat dilakukan dalam menangani glaukoma? Berikut kami akan berikan ulasannya untuk Anda!

Gejala Glaukoma

Pada masing – masing orang yang menderita kerusakan saraf mata glaukoma, mereka akan memiliki gejala yang berbeda – beda. Adapun beberapa gejala yang akan dialami oleh penderita glaukoma diantaranya berupa :

  • Rasa nyeri yang terjadi pada area mata
  • Sakit kepala ketika memejamkan mata atau memaksa mata untuk melihat suatu objek yang tidak jelas
  • Terdapat bayangan lingkaran berwarna pelangi di sekeliling objek yang menghasilkan cahaya, seperti lampu misalnya
  • Mata semakin lama semakin memerah
  • Mata berkabut, khususnya jika glaukoma genetik terjadi pada bayi
  • Mual atau muntah
  • Penglihatan semakin lama semakin menyempit, sampai pada akhirnya penderita tidak dapat melihat objek sama sekali

Gejala tersebut dirasakan semakin parah sesuai dengan tingkat jenis glaukoma yang diderita. Adapun jenis – jenis penyakit glaukoma yang menyerang saraf mata seseorang meliputi :

Glaukoma sudut tertutup

Jenis glaukoma yang pertama adalah glaukoma sudut tertutup. Jenis glaukoma ini lebih banyak ditemukan pada negara – negara di kawasan Asia.

Pada kasus glaukoma sudut tertutup, iris mata penderita menonjol ke depan dan kemudian mempersempit atau menghalangi sudut drainase yang dibentuk oleh iris dan kornea.

Hal tersebut berakibat pada cairan mata seharusnya mengalir lancar menjadi tidak dapat mengalir lancar melalui mata. Akibatnya tekanan pada mata mengalami peningkatan dan penglihatan terganggu.

Glaukoma sudut terbuka

Pada kondisi penderita yang mengalami glaukoma sudut terbuka, struktur mata tampak normal akan tetapi ada gangguan di dalam saluran mata yang disebut dengan trabecular meshwork. Hal tersebut menjadi penyebab tekanan pada mata mengalami peningkatan secara bertahap dan berujung pada kerusakan saraf optic pada mata.

Glaukoma sudut terbuka terjadi dengan intensitas yang lambat dibandingkan jenis glaukoma yang pertama. Karena intensitas yang lambat inilah menjadi penyebab penderita glaukoma sudut terbuka seringkali terlambat menyadari gejala dan gangguan penglihatan yang dialaminya sebagai gejala glaukoma.

Glaukoma sekunder

Glaukoma sekunder merupakan jenis glaukoma yang penyebabnya adalah terjadinya radang di lapisan tengah mata atau uveitis sehingga menyebabkan cedera pada mata.

Glaukoma kongenital

Glaukoma congenital merupakan jenis glaukoma yang penyebabnya adalah karena kelainan pada mata sejak lahir. Glaukoma kongenital bahkan dapat terjadi sejak anak – anak. Orang tua pengidap glaukoma berpotensi besar menurunkan kondisi kesehatan yang sama pada anak keturunannya. Karena itu banyak anak penderita glaukoma yang memiliki penyakit bawaan ini.

Mengingat semua bentuk atau jenis glaukoma kronis berpotensi menimbulkan gangguan penglihatan bahkan kebutaan bahkan sebelum gejalanya muncul, oleh sebab itu seseorang yang memiliki faktor resiko glaukoma dianjurkan agar lebih waspada terhadap gangguan mata tersebut.

Adapun beberapa faktor resiko glaukoma yang harus diwaspadai diantaranya :

  • Berada di rentang usia 60 tahun ke atas
  • Memiliki riwayat keluarga dengan gangguan glaukoma
  • Mengidap kondisi medis tertentu yang mengakibatkan glaukoma seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi serta anemia sel sabit
  • Mengalami rabun dekat atau rabun jauh
  • Pernah mengalami cedera atau menjalani berbagai jenis operasi mata
  • Menggunakan obat kortikosteroid, utamanya obat tetes mata dalam kurun waktu yang cukup lama

Penyebab Glaukoma

Ya, orang yang memiliki keturunan riwayat glaukoma berpotensi besar terserang penyakit glaukoma dengan jenis yang sama. Namun selain faktor genetik yang dapat menjadi faktor penyebab glaukoma, terdapat beberapa penyebab lain yang mengakibatkan seseorang terserang glaukoma.

Penyebab glaukoma lainnya selain faktor genetik diantaranya :

  • Mengalami kondisi cedera
  • Terpapar zat kimia
  • Infeksi pada mata
  • Radang pada mata
  • Cairan pada mata menurun dan tekanan pada bola mata meningkat
  • Penyumbatan pembuluh darah

Penanganan Glaukoma

Bagi seseorang yang mengalami glaukoma, ada beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan. Adapun tindakan pengobatan yang dapat dilakukan oleh seseorang yang mengalami riwayat penyakit glaukoma diantaranya :

Obat tetes mata

Pengobatan paling sederhana untuk tingkatan glaukoma ringan atau tidak parah adalah dengan menggunakan obat tetes mata. Penggunaan obat tetes mata ini dilakukan untuk mengurangi terjadinya pembentukan cairan pada mata karena adanya tekanan.

Akan tetapi penggunaan obat tetes mata sendiri memiliki beberapa efek samping. Salah satunya adalah kemerahan pada mata, iritasi mata, alergi dan penglihatan yang kabur.

Operasi

Operasi menjadi metode pengobatan glaukoma yang dapat ditempuh ketika kasus – kasus yang terjadi sudah tak lagi dapat disembuhkan dengan obat tetes mata. Prosedur operasi untuk mengobati glaukoma biasanya dilakukan dalam kurun waktu selama 45 menit sampai dengan 75 menit.

Laser

Pengobatan glaukoma dengan laser bisa dilakukan dengan menggunakan dua jenis laser. Dua jenis laser yang dapat digunakan sebagai bentuk pengobatan glaukoma yaitu trabekuloplasti dan iridotomi. Laser trabekuloplasti merupakan jenis laser yang biasanya dilakukan untuk orang yang mengidap glaukoma sudut terbuka.

Sementara laser iridotomi merupakan jenis laser yang merupakan salah satu jenis pengobatan untuk orang yang mengidap penyakit glaukoma sudut tertutup. Agar tidak mengalami glaukoma, deteksi sejak dini perlu dilakukan.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan tindakan pencegahan terhadap potensi penyakit glaukoma. Beberapa tindakan pencegahan penyakit glaukoma yang dapat dilakukan meliputi :

  • Jagalah kesehatan mata Anda sejak dini dengan cara mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A seperti wortel, tomat dan sebagainya. Makanan yang mengandung vitamin A sangat baik untuk menjaga dan memelihara kesehatan mata.
  • Pemeriksaan kesehatan mata perlu dilakukan secara rutin ke dokter.
  • Penggunaan obat tetes mata dapat mengurangi resiko tekanan yang tinggi pada mata agar tidak berkembang menjadi glaukoma. Berikan obat tetes mata secara rutin 2 minggu sekali untuk melumasi mata, utamanya jika Anda sering mengalami kering pada mata.
  • Manfaatkan pelindung mata. Cedera mata yang serius dapat menjadi penyebab penyakit glaukoma terjadi. Oleh karena itu pastikan Anda menggunakan pelindung mata utamanya ketika Anda bekerja di depan komputer atau ketika sedang berolahraga dengan menggunakan alat – alat listrik.
  • Konsumsi bahan makanan yang banyak mengandung vitamin A karena sangat baik untuk menjaga kesehatan mata.

Itulah sekilas informasi tentang apa itu glaukoma, gejala, penyebab serta tata cara penanganan yang dapat dilakukan. Semoga informasi yang kami bagikan di atas semakin menambah wawasan Anda khususnya tentang glaukoma.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *