Apa Itu Katarak? Gejala, Penyebab dan Penanganannya

Apa itu katarak? Katarak merupakan sebuah penyakit yang menyerang mata dan terjadi ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Secara umum, katarak berkembang secara perlahan pada area mata. Kemudian lama kelamaan, penyakit pada mata ini dapat mengganggu penglihatan dan membuat penderitanya merasa kurang nyaman untuk melihat.

Jika dibiarkan katarak dapat menjadi salah satu penyakit yang memicu kebutaan. Bahkan, katarak menjadi salah satu penyakit pada mata terbesar yang memicu kebutaan di dunia. Lantas, apakah kebutaan akibat katarak tidak dapat di obati?

Tenang saja, penyakit yang satu ini termasuk salah satu penyakit yang dapat diobati. Mengenai bagaimana cara pengobatan katarak,  di sini kami akan berikan ulasan selengkapnya untuk Anda!

Gejala Katarak

Penyakit mata katarak memang seringkali terjadi secara perlahan – lahan. Awalnya, katarak dapat menyebabkan lensa menjadi keruh. Banyak penderita katarak yang tidak menyadari di awal penyakit ini muncul.

Namun lama kelamaan penderita katarak akan merasakan beberapa gejala lanjutan. Gejala lanjutan yang kemudian akan dirasakan seperti :

  • Penglihatan kabur dan berkabut
  • Mata menjadi silau jika melihat cahaya yang terang
  • Mata sulit melihat objek secara jelas di malam hari
  • Warna menjadi pudar dan tidak cerah
  • Ukuran kaca mata sering berubah – ubah
  • Melihat suatu objek menjadi ganda
  • Mengalami kesulitan ketika berkendara

Gejala – gejala tersebut bersifat umum dan dapat terjadi pada jenis katarak apapun. Adapun beberapa jenis penyakit katarak, diantaranya :

  • Katarak senilis : Jenis katarak ini merupakan jenis penyakit yang tidak dapat dihindari. Kemunculannya terjadi karena proses penuaan selayaknya proses terjadinya rambut beruban karena pertambahan usia. Katarak jenis ini termasuk jenis penyakit katarak yang terjadi pada semua orang tanpa terkecuali.
  • Katarak sekunder : Jenis katarak yang satu ini terjadi karena komplikasi penyakit lain. Sebagai contoh, penyakit metabolisme seperti diabetes mellitus dan penyakit uveitis yang dapat memicu katarak.
  • Katarak kongenital : Katarak jenis ini merupakan jenis penyakit katarak karena genetik atau katarak bawaan lahir. Bayi yang mengalami jenis katarak ini terlahir dengan lensa mata yang keruh.
  • Katarak traumatic : Jenis katarak ini akan timbul sebagai efek dari kondisi kecelakaan atau cedera baik yang terjadi secara langsung, atau pun terjadi secara tak langsung.

Penyebab Katarak

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab katarak. Secara umum, penyebab katarak yang paling sering ditemukan adalah penyakit katarak yang terjadi akibat proses penuaan atau trauma yang menyebabkan jaringan mata turut mengalami perubahan.

Jaringan mata mengalami perubahan karena sebagian besar lensa mata terdiri atas unsur air dan protein. Kombinasi antara air dan protein tersebut semakin lama akan semakin mengalami penebalan dan tidak fleksibel.

Lensa mata akan mengalami perubahan warna. Perubahan warna pada lensa tersebut diawali dengan perubahan lensa dari putih menjadi kuning dan berangsur – angsur berganti menjadi kecokelatan. Semakin lama kondisi tersebut akan semakin memburuk seiring dengan bertambahnya waktu.

Pada akhirnya gumpalan protein akan mengurangi cahaya yang masuk ke retina dan berpotensi menyebabkan pandangan mata kabur dan tidak tajam. Semua itu juga turut terjadi karena pertambahan usia pada seseorang.

Selain karena kondisi mata dan penuaan, ada beberapa faktor resiko katarak lainnya yang berkemungkinan terjadi, diantaranya :

  • Pada wanita, terjadi infeksi pada awal kehamilan dapat menyebabkan anak yang dilahirkan berpotensi mengalami katarak. Jadi jika ibu hamil mengalami infeksi, khususnya mengalami infeksi rubella, maka katarak kongenital sangat berpotensi besar akan dialami sang anak. Katarak kongenital ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata anak.
  • Penggunaan obat – obatan tertentu juga dapat menimbulkan katarak. Beberapa jenis obat – obatan yang dapat menimbulkan seseorang mengalami katarak diantaranya seperti obat kortikosteroid atau amiodaron.
  • Orang yang mengidap penyakit seperti diabetes mellitus, hipertensi, hipokalemia, dan juga dermatitis atopik berpotensi besar mengalami katarak di kemudian hari.
  • Kebiasaan mengonsumsi alcohol dan merokok
  • Terpapar sinar matahari yang cukup lama pada mata
  • Terpapar toksin atau zat beracun
  • Pernah mengalami tindakan operasi baik itu operasi yang berkaitan dengan saraf atau pun operasi mata

Pengobatan dan Penanganan Katarak

Jika katarak pada seseorang mengakibatkan penglihatan semakin memburuk dan mengalami kesulitan untuk menjalankan aktivitas sehari – hari, maka pengobatan katarak hanya bisa dilakukan dengan prosedur operasi.

Apakah operasi katarak berbahaya?

Tenang saja! Operasi katarak pada mata secara umum merupakan prosedur tindakan operasi yang aman dilakukan dan tidak membutuhkan rawat inap. Terdapat dua jenis operasi katarak yang bisa dilakukan untuk menangani masalah katarak pada mata, diantaranya yaitu :

  • Small incision cataract surgery. Tindakan operasi jenis pertama merupakan suatu tindakan operasi yang dilakukan dengan inisiasi kecil pada tepian kornea. Kemudian selanjutnya dokter akan menyinarkan gelombang ultrasound untuk menghancurkan lensa dan kemudian mengambilnya menggunakan suatu alat penghisap.
  • Extracapsular surgery. Jenis operasi yang kedua merupakan prosedur operasi yang dilakukan dengan inisiasi besar untuk mengeluarkan inti lensa yang berkabut pada mata. Kemudian selanjutnya sisa lensanya dikeluarkan dengan memanfaatkan alat penghisap.

Pada kedua jenis operasi katarak tersebut, lensa buatan yang sering disebut sebagai lensa intraocular akan dimasukkan ke mata untuk menggantikan lensa aslinya. Prosedur operasi yang satu ini butuh waktu kurang lebih sekitar 1 jam. Tidak perlu khawatir dengan efek sampingnya, karena tindakan operasi katarak tersebut tidak akan menimbulkan rasa  nyeri sama sekali selama tindakan dilakukan.

Umumnya, dokter yang memberikan tindakan operasi akan memanfaatkan obat tetes mata untuk membuat mata menjadi baal dan pengidap tidak merasa sakit serta tetap dalam kondisi sadar selama proses operasi dilakukan.

Memang semua tindakan bedah atau operasi apapun jenis operasinya, termasuk operasi mata memiliki resiko. Akan tetapi dengan peningkatan teknologi kedokteran yang ada, menjadikan resiko atas tindakan operasi dapat diminimalisir sehingga operasi dapat diselenggarakan secara jauh lebih aman.

Dalam tindakan operasi mata katarak, komplikasi paling berat yang ‘berpotensi’ terjadi adalah infeksi bola mata atau yang sering disebut sebagai endoftalmitis. Namun endoftalmitis terjadi sebagai resiko komplikasi yang sangat jarang terjadi. Angka kejadiannya cukup kecil yaitu berkisar antara 0,04 – 0,20% saja.

Karena itu Anda yang akan menjalani proses operasi mata katarak tenang saja, keamanannya sangat terjaga. Pasca operasi katarak, pastikan Anda menerapkan pola hidup sehat. Hindari semua pantangan yang diberikan dan lakukan perawatan khusus yang memang dianjurkan dokter. Hal tersebut sangat penting demi meminimalisir terjadinya komplikasi atau resiko pasca operasi katarak.

Agar katarak tidak di alami, tentu saja tindakan pencegahan perlu dilakukan. Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah Anda mengalami masalah penyakit mata katarak diantaranya rajinlah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A dan vitamin E, gunakan pelindung mata seperti kaca mata ketika bekerja di depan laptop atau menggunakan HP, jangan menatap layar laptop terlalu lama dan pastikan tidur secara cukup.

Itulah beberapa hal tentang penyakit mata katarak yang Anda perlu tahu dan pahami. Semoga ulasan yang kami berikan di atas menjadi informasi yang mendatangkan banyak manfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *