Apakah Bayi Bisa Mengalami Buta Warna ?

Apakah bayi bisa mengalami buta warna?

Tentu saja bisa! Terlebih jika bayi tersebut merupakan anak yang lahir dari orang tua yang mengalami buta warna. Maka karena faktor genetik, sangat besar kemungkinan si bayi mengalami buta warna yang mirip atau sama dengan orang tuanya.

Bayi dengan orang tua mengalami kondisi buta warna beresiko besar mengalami kondisi kesehatan mata yang mirip atau sama dengan orang tuanya. Informasi selengkapnya tentang apakah bayi bisa mengalami buta warna akan kami ulas dalam informasi berikut ini!

Bayi Bisa Mengalami Buta Warna

Tentu saja bayi bisa mengalami buta warna baik itu buta warna parsial atau buta warna total. Faktor penyebab utama jika bayi mengalami buta warna adalah karena faktor keturunan. Faktor keturunan tersebut menjadi penyebab buta warna parsial atau total pada si bayi.

Hal tersebut terjadi karena terdapat sel pada mata yang mengalami kerusakan karena faktor keturunan yang diturunkan oleh orang tua. Untuk itu, bayi dengan orang tua mengalami buta warna wajib mengikuti prosedur tes buta warna.

Berikut ini kami ulas serangkaian tes buta warna pada anak yang Anda harus tahu :

Perhatikan ketertarikan anak

Tes buta warna pada anak yang pertama bisa dilakukan adalah dengan memperhatikan ketertarikan anak pada warna. Biasanya anak – anak akan sangat tertarik dengan berbagai macam hal yang berkaitan dengan warna.

Karena itu, coba sajikan aneka warna kepada anak dan uji ketertarikan mereka. Untuk melakukan uji coba, ajak anak Anda melakukan aktivitas menggambar dan juga mewarnai. Jika anak tidak tertarik, bisa jadi besar kemungkinan anak Anda mengalami masalah pada penglihatannya. Bisa jadi ia mengalami kondisi buta warna pada matanya.

Tes pensil warna

Tes buta warna selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan mengetes penglihatan si anak dengan tes pensil warna. Caranya mengetes yaitu dengan Anda kumpulkan pensil warna. Kumpulkan pensil warna yang berwarna merah, cokelat, putih, hijau dan juga abu – abu.

Setelah Anda kumpulkan, cobalah Anda minta si anak untuk mengambil pensil warna merah dari kumpulan pensil warna yang Anda kumpulkan tadi.  Untuk mendapatkan hasil yang akurat, Anda dapat melakukan tes penglihatan dengan menggunakan pensil warna berkali – kali karena terkadang si kecil akan mengalami salah dalam pengambilan warna.

Hal tersebut adalah hal yang wajar terlebih jika si kecil belum paham terhadap warna – warna. Karena itu, coba pastikan si kecil sudah paham dengan warna – warna dan dapat membedakan berbagai macam warna sebelum tes yang satu ini dilakukan.

Ikutlah dalam tes online

Perkembangan teknologi mendatangkan begitu banyak kemudahan bagi pekerjaan manusia sehari – hari. Salah satunya perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk tes penglihatan mata. Di internet sendiri, terdapat berbagai macam tes buta warna yang dapat dilakukan dengan cara yang sangat mudah.

Tes buta warna secara online tersebut juga mampu memberikan hasil yang sangat cepat dan akurat. Jadi, cara ini sangat tepat dilakukan untuk mengetes secara mandiri anak mengalami buta warna atau tidak. Ketika anak Anda berada di rentang usia sudah memahami gadget, Anda bisa mengajaknya untuk melakukan tes online ini.

Mintalah bantuan teman

Langkah terakhir yang dapat dilakukan untuk mengetest buta warna atau tidak adalah meminta bantuan teman. Cara yang Anda dapat lakukan adalah ajak teman Anda untuk bersama – sama melihat perkembangan si kecil.

Pastikan Anda fokus pada warna yang tidak mampu dideteksi oleh pengidap buta warna, misalkan warna merah, warna kuning dan warna hijau. Dengan melalui cara ini, kondisi buta warna pada anak dapat dideteksi. Setelah melakukan serangkaian tes, langkah terakhir cobalah Anda simpulkan apakah si kecil mengalami buta warna atau tidak setelah melakukan tes ini.

Tes di atas tidak harus dilakukan di dokter, melainkan juga bisa dilakukan secara mandiri di rumah untuk mengetahui kesehatan mata anak. Jika Anda belum melakukan serangkaian tes di atas, lakukan sekarang juga bunda! Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *