Beberapa Kendala Yang Dihadapi Penderita Buta Warna Parsial

Mengalami kelainan buta warna parsial karena faktor keturunan tentu menjadi resiko yang akan dihadapi anak-anak terutama laki-laki yang lahir dari orang tua yang mengalami kelainan itu. Banyak kendala akan dihadapi sejak mereka menginjak usia sekolah.

Kendala-kendala yang banyak dihadapi oleh penderita buta warna parsial adalah sebagai berikut :

  • Ketika masuk usia sekolah, mereka akan menghadapi kesulitan dalam memahami berbagai macam alat peraga di kelas, instrumen-instrumen pendidikan banyak yang dirancang dan dibuat dengan warna-warna yang cerah, terutama ketika masih dalam taraf sekolah dasar
  • Ketika remaja, mereka mungkin bisa mengalami kendala dalam bergaul. Sikap rendah diri remaja yang menderita kelainan ini mungkin akan membuatnya minder, sehingga sulit dalam bergaul dan bersosialisasi
  • Ketika memasuki usia kuliah, mereka akan menghadapi sebuah hal yang kurang menyenangkan, misalnya tidak bebas dalam menentukan program studi yang akan diambilnya. Mengingat beberapa disiplin ilmu mengharuskan mahasiswanya bebas dari buta warna parsial
  • Di berbagai negara, orang dengan buta warna parsial tidak diijinkan untuk memiliki SIM dan mengemudikan kendaraan bermotor. Ada beberapa negara yang masih menginzinkan untuk memiliki SIM, tetapi tetap dibatasi untuk mengemudikan kendaraan bermotor hanya pada siang hari saja
  • Banyak hal dalam kehidupan sehari-hari mengandalkan pada pengenalan warna. Sehingga kekurangan dalam melihat warna, akan membatasinya mengerjakan banyak hal
  • Beberapa jenis pekerjaan mensyaratkan bebas dari buta warna, sehingga penderita kelainan ini tidak bisa mengambil pekerjaan-pekerjaan itu
  • Saat ini penggunaan komputer dan teknologi sudah menjadi kebutuhan pokok. Banyak kata, perintah, peringatan dll dari komputer menggunakan warna-warna tertentu. Kesulitan melihat warna tersebut, berarti sebuah kendala untuk mengoperasikan komputer dan perangkat teknologi lainnya.

Melihat banyaknya kendala yang dihadapi oleh penderita buta warna parsial tersebut diatas, maka penanganan kelainan ini sejak dini dangat dibutuhkan. Sayangnya sampai saat ini belum ditemukan obat datau terapi yang bisa digunakan untuk menyembuhkannya. Harapan satu-satunya yang bisa diambil adalah menggunakan alat bantu. Beruntungnya saat ini telah ditemukan alat bantu untuk mengatasi buta warna parsial yaitu berupa kacamata buta warna dan lensa kontak Chromagen lens, yang saat ini telah banyak tersebar diseluruh dunia, bahkan telah tersedia di Indonesia, walaupun masih dalam jumlah yang terbatas.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *