Buta Warna Parsial Lebih Banyak Terjadi Pada Laki-Laki

Pernahkah Anda perhatikan bahwa pengidap buta warna parsial lebih banyak pada laki – laki ?

Benar sekali ! Berdasarkan penelitian, 8% dari seluruh populasi laki – laki di seluruh dunia, sementara wanita hanya 0,5% populasi yang mengidap kelainan ini.

Apa yang membuat perbedaan ?

Hal ini ternyata dapat dijelaskan dengan perhitungan hereditas biologi manusia yang telah kita pelajari bersama sejak bangku sekolah menengah atas.

Berikut akan kita bahas bagaimana alur hereditas yang membuat pengidap laki – laki menjadi lebih banyak dari pengidap wanita.

Buta warna yang dibawa melalui keturunan Ayah atau Ibu dengan kromosom X. Sebagaimana kita tahu bahwa manusia memiliki 23 pasang kromosom. 23 pasang kromosom ini terbagi dua yaitu 22 pasang kromosom autosome, dan 1 pasang kromosom genosom.

1 pasang kromosom genosom ini pada wanita terdiri dari genosom X dan X, sementara pada laki-laki terdiri dari genosom X dan Y. Kromosom yang mampu menjadi kromosom pembawa adalah kromosom X. Apabila pada wanita salah satu kromosom X terinduksi oleh gen buta warna, masih ada satu lagi kromosom X yang mengimbangi induksi buta warna sehingga wanita ini menjadi gen pembawa buta warna, namun tidak mengidap buta warna.

Sementara pada seorang laki – laki yang terlahir dari Ibu pembawa buta warna maka ia memiliki 50% kemungkinan untuk menjadi buta warna total atau sehat. Karena pada laki – laki tidak ada kasus pembawa gen buta warna karena laki – laki hanya memiliki satu genosom X, sehingga dapat dipastikan bahwa ia memiliki kelainan buta warna. Ini merupakan salah satu alur genetika untuk menjawab mengapa penderita buta warna parsial lebih banyak terjadi pada laki – laki.

Masalah lain yang bisa menjadi penyebab buta warna parsial lebih banyak terjadi pada laki – laki adalah karena gen Ayah.

Apabila sang Ayah merupakan penderita gen buta warna, maka anak perempuannya bisa dipastikan merupakan gen pembawa buta warna, sementara anak laki – laki tetap masih memiliki kemungkinan 50% buta warna yang bisa jadi dibawa dari sisi ibu oleh salah satu kromosom X.

Hal ini sangat penting untuk diperhatikan dalam memilih calon pendamping, karena masalah buta warna saat ini telah menjadi banyak perbindangan dan menjadi dasar standarisasi penerimaan pekerja atau mahasiswa masuk kedalam sebuah universitas.

Akan sangat lebih baik apabila melakukan cek kesehatan secara menyeluruh pada diri Anda dan pasangan. Sehingga dapat diambil kebijakan dan langkah pencegahan untuk menanggulangi kemungkinan terjadinya masalah – masalah hereditas pada keturunan Anda.

Salah satunya adalah masalah hereditas terkait buta warna. Meski begitu buta warna masih ada penyebab lainnya seperti kecelakaan dan benturan keras yang dapat mengganggu kerja dan kesehatan mata Anda.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *