Fakta-fakta Menarik Seputar Buta Warna

Mungkin ada sebagian dari Anda yang beranggapan bahwa penderita buta warna itu melihat dunia seperti televisi zaman dahulu di mana hanya ada dua warna yaitu hitam dan putih. Anggapan ini tak sepenuhnya keliru karena ada jenis buta warna monokromasi yang penderitanya memang hanya dapat melihat warna hitam dan putih saja. Namun, jenis buta warna ini sangat langka dijumpai. Buta warna yang sering ditemukan adalah buta warna parsial atau buta warna sebagian. Penderita buta warna ini umumnya tidak dapat membedakan warna-warna dasar seperti merah, biru dan hijau. Bagi mereka, warna-warna tersebut akan terlihat sama dan susah untuk dibedakan.

Buta warna sendiri merupakan penyakit genetis atau keturunan. Orangtua dengan riwayat buta warna akan sangat mungkin menurunkan penyakit tersebut kepada anak mereka. Inilah yang menyebabkan buta warna tidak dapat disembuhkan. Fakta menarik lainnya adalah bahwa buta warna lebih umum diderita oleh laki-laki daripada perempuan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa satu dari delapan pria mengalami buta warna, sementara untuk perempuan perbandingannya adalah satu banding dua ratus ribu. Selain itu, buta warna yang umum diderita adalah buta warna merah dan hijau. Jarang ditemukan adanya orang yang sulit membedakan warna biru.

Lebih lanjut, buta warna disebabkan karena ketidakmampuan sel kerucut dalam retina mata manusia untuk menangkap spektrum warna. Kerja sel kerucut tidak sebaik sel batang yang bertugas menangkap warna hitam, putih dan abu-abu. Sehingga, sering dijumpai bahwa penderita buta warna justru akan memiliki penglihatan lebih baik di malam hari karena sel batangnya bekerja secara lebih aktif. Salah satu alat yang populer sebagai alat mengetes buta warna adalah Tes Ishihara. Dinamai demikian karena tes ini diciptakan oleh Dr. Shinobu Ishihara dari Jepang. Dalam tes ini terdapat lingkaran warna-warni yang di dalamnya terdapat angka-angka tertentu. Orang dengan buta warna cenderung tidak akan dapat membaca angka yang ada di dalamnya, sementara orang dengan penglihatan normal tidak akan menemui kesulitan.

Hingga kini belum ada obat atau terapi untuk menyembuhkan buta warna. Namun telah hadir satu teknologi terbaru bernama Chromagen lens yang dibuat khusus untuk membantu penderita buta warna supaya dapat mengenali warna dengan lebih baik. Jika Anda adalah seorang penderita buta warna, tak perlu berkecil hati karena nyatanya sederet nama-nama besar di dunia ini juga tercatat memiliki riwayat buta warna. Sebut saja mulai dari penulis terkenal asal Amerika Serikat Mark Twain, pendiri jejaring sosial Facebook Mark Zuckerberg, ilmuwan Inggris penemu besar atom John Dalton, hingga sutradara film Hollywood Christopher Nolan dan aktor Paul Newman. Selalu ingat bahwa buta warna itu bukan penghalang untuk meraih kesuksesan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *