Mengapa Facebook Mayoritas Berwarna Biru ?

Anda sering online di dunia maya dan menggunakan social media ? tentu anda kenal dengan salah satu platform social media bernama Facebook. Ya, platform buatan Mark Zuckerberg ini masih menjadi nomor satu sebagai social media yang paling banyak digunakan oleh orang hingga saat ini. Mulai hanya untuk sekedar chit chat dengan teman, membuat forum komunikasi, berjualan hingga kampanye politik.

Dalam tulisan ini, saya tidak ingin membahas tentang fungsi dan manfaat facebook. Tidak juga tentang kehebatan dan kekuatan Facebook. Saya hanya ingin anda memperhatikan tampilan Facebook. Kesan apa yang anda dapatkan dengan memandangi tampilan facebook ?. Ya, semua tampilan default facebook berwarna biru. Apakah ini dilakukan secara kebetulan semata ?. He he jawabannya tentu tidak.

Facebook di kembangkan dengan sangat teliti oleh Mark Zuckerberg. Seorang remaja brilian dan hebat. Facebook telah mengubah Mark dari seorang remaja yang “biasa” menjadi Miliarder baru dan sangat terkenal diseluruh dunia. Eh, lalu mengapa Mark Memilih nuansa warna biru di tampilan platform miliknya itu ?. Ini karena ternyata Mark Zuckerberg adalah salah satu penderita buta warna. Serius ? Iya, Mark ditengarai buta warna merah dan hijau. Biru adalah salah satu warna yang bisa dilihatnya dengan jelas. Itulah mengapa dia memilih warna biru untuk tampilan utama platform social medianya.

Eh ternyata penderita buta warna bisa juga berhasil dan terkenal ya ?. Eit jangan salah, banyak orang buta warna yang berhasil daam kariernya dan dikenal luas diseluruh dunia. Salah satunya adalah Marsk zuckerber pendiri facebook tadi. Ada yang lain gak ?. Ada dong, misalnya John Dalton (ilmuwan), Christopher Nolan (sutradara film), Jack Nicklaus (atlet), Paul Newman, Mark Twain, Meatloaf, Bing Crosby, dll. Oh ternyata banyak juga ya penderita buta warna yang sukses. Iya dong, makanya buat anda yang mengalami buta warna tidak perlu berkecil hati, karena setiap dari anda memiliki kesempatan sukses yang sama besarnya dengan orang normal lainnya. Tergantung bagaimana anda menyikapi kekurangan yang anda miliki.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *