Pekerjaan Yang Cocok Untuk Penderita Buta Warna

Tes buta warna termasuk salah satu tes yang wajib diikuti saat seseorang tengah dalam proses melamar pekerjaan. Terutama pada beberapa bidang pekerjaan tertentu yang memang mengharuskan pegawainya untuk bisa membedakan warna. Bagi penderita buta warna atau color blindless, tes ini tentu menjadi momok karena besar kemungkinan mereka akan gagal. Tes buta warna biasanya dilakukan dengan menggunakan Tes Ishihara. Dalam tes ini, terdapat lingkaran-lingkaran berwarna di mana terdapat angka di dalamnya. Penderita buta warna tidak akan dapat melihat angka yang ada di dalam lingkaran tersebut. Namun bagi yang penglihatannya normal, sudah pasti mereka dapat melihat angka yang ada di dalamnya dan besar kemungkinan akan lolos tes buta warna.

Terdapat beberapa jenis pekerjaan tertentu yang memang mensyaratkan tes buta warna ini demi tujuan keselamatan. Pilot dan masinis, contohnya. Seorang pilot dan masinis perlu untuk bisa membedakan warna terkait keselamatan ketika mereka mengemudikan pesawat terbang ataupun kereta api. Demikian juga halnya dengan pekerjaan-pekerjaan di bidang farmasi seperti dokter atau apoteker. Mereka juga wajib dapat membedakan warna karena berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan para pasien. Pekerjaan-pekerjaan lain yang juga mewajibkan pekerjanya untuk lolos tes buta warna antara lain adalah tentara, dosen mata kuliah kimia dan yang berhubungan dengan elektronika.

Jadi, pekerjaan apa saja yang bisa dilakoni oleh penderita buta warna? Ada banyak, sebenarnya. Guru dan dosen selain kimia, adalah salah satu bidang pekerjaan yang cocok untuk penderita buta warna. Anda dapat melamar untuk menjadi pengajar di mata pelajaran lain, seperti bahasa, matematika, agama, dan lain sebagainya. Menjadi marketing atau public relations dapat juga Anda pertimbangkan. Pekerjaan di bidang ini lebih memerlukan kemampuan berkomunikasi yang baik. Resepsionis juga bisa Anda jadikan pilihan. Hampir sama seperti marketing atau public relations, seorang resepsionis juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.

Atau, Anda juga dapat membuka usaha sendiri dengan menjadi wiraswasta. Peluang usaha terbuka lebar bagi siapapun di bidang yang satu ini. Dengan menekuni usaha yang Anda jalani, selain mendapat sukses Anda juga dapat menginspirasi penderita buta warna lainnya bahwa memiliki kelainan bukan berarti tidak bisa memiliki pekerjaan. Ada sangat banyak bidang wirausaha yang dapat Anda jalankan, mulai dari bisnis kuliner, distro, hingga jasa seperti laundry, rental mobil dan lain-lain. Namun, pastikan bahwa bisnis wirausaha Anda tidak terkait dengan elektronika atau kimia. Intinya, semua pekerjaan yang tidak berhubungan dengan elektronika, kimia, kedokteran atau farmasi sangat mungkin untuk dijalani penderita buta warna. Kesempatan yang dimiliki oleh penderita buta warna memang lebih sedikit, akan tetapi bukan berarti tidak ada kesempatan sama sekali.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *