Penanganan Buta Warna Pada Anak Di Sekolah

Saat ini sudah banyak kita temui sejumlah rumah sakit atau klinik yang menerima jasa tes buta warna atau cek kesehatan mata bagi masyarakat umum. Sementara di sekolah-sekolah, pihak sekolah juga sudah banyak yang menjalin  kerjasama dengan pihak medis terkait upaya penyelenggaraan tes buta warna atau cek mata bagi para siswa-siswinya.

Bagi para siswa atau peserta didik, tentu saja kondisi kesehatan fisik yang prima tentu menjadi kebutuhan utama dalam menunjang performa belajar di sekolah. Yang pada ujungnya akan berimbas pada besar kecilnya nilai yang diperoleh siswa/i selama mengikuti pelajaran di sekolah. Ada dua jenis tes yang bisa diselenggarakan pihak sekolah untuk mengecek kondisi kesehatan mata para siswa/i-nya, tes yang populer diselenggarakan biasanya 2 jenis tes, yaitu :

  • Tes Ishihara. Tes ini adalah tes yang paling umum diaplikasikan dalam mendiagnosis kondisi buta warna namun hanya berlaku pada kondisi buta warna terhadap warna merah/hijau saja. Untuk mendiagnosis buta warna biru/kuning, dibutuhkan tes lain. Ishihara sendiri diambil dari nama tokoh yang pertama kali mendesign model tes ini pada tahun 1917. Seorang professor dari Universitas Tokto, Jepang. 
  • Tes penyusunan. Prosedur tes ini, pasien diminta memperhatikan suatu susunan objek warna dengan gradasi warna yang berbeda. Kemudian pasien lalu diminta untuk menyusun objek-objek warna tadi sesuai dengan gradasi warna yang dilihatnya.
  • Lensa kontak (softlens) khusus buta warna. Sekedar informasi, bahwa sekarang ini sudah terdapat sebuah jenis produk berupa lensa kontak khusus yang dibuat bagi penderita buta warna. Lensa kontak ini sudah lama dikembangkan dan sudah teruji manfaatnya. Perlu dilakukan sosialisasi oleh pihak sekolah kepada orang tua / wali murid yang anaknya mengalami buta warna, supaya memperoleh informasi yang tepat tentang penanganan buta warna menggunakan lensa kontak jenis ini.

Demikianlan beberapa penanganan yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah terhadap siswanya yang mungkin mengalami kelainan buta warna.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *